Kamis, 03 April 2008

Pengetahuan Kespro Remaja

Perbedaan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Siswa SMA Negeri 1 Makassar Dan SMA Negeri 6 Makassar Tahun 2006


Abdul Gani Muhammad


Pendahuluan


  1. Latar Belakang

Kesehatan reproduksi mendapat perhatian khusus secara global sejak diangkatnya materi tersebut dalam Konferensi Intrnasional tentang Kependudukan dan Pembangunan (International Conference on Population and Development / ICPD) di Kairo tahun 1994 yang kemudian dipertegas dalam Konferensi Se-Dunia IV tentang Wanita pada tahun 1995 di Beijing.

Pentingnya remaja mengetahui kesehatan reproduksi agar mereka memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada di sekitarnya. Masalah kesehatan reproduksi remaja dapat dikelompokkan sebagai berikut : Kehamilan dan persalinan usia muda dan segala akibatnya, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, Penyakit Menular Seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS, narkotika dan obat-obat terlarang, seks bebas, kekerasan seksual, pelecehan seksual, dan transaksi seksual komersil.

Tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi cukup memprihatinkan, ada 86% remaja laki-laki maupun perempuan yang tidak mengetahui kapan terjadinya masa subur. Permasalahan utama kesehatan reproduksi di Indonesia adalah kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi, pergeseran perilaku remaja, pelayanan kesehatan yang buruk serta perundang-undangan yang tidak mendukung.

Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi sangat tergantung pada informasi yang diterimanya baik melalui penyuluhan, media massa maupun orang tua serta kemampuan seseorang untuk menyerap dan menginterpretasikan informasi tersebut.

  1. Rumusan Masalah

    1. Apakah ada perbedaan tingkat pengetahuan tentang Kesehatan reproduksi antara siswa SMAN 1 Makassar dengan siswa SMAN 6 Makassar ?

    2. Apakah ada perbedaan sikap terhadap Kesehatan reproduksi antara siswa SMAN 1 Makassar dengan siswa SMAN 6 Makassar ?

  2. Tujuan Penelitian

    1. Tujuan Umum

Untuk memperoleh informasi tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap kesehatan reproduksi.

    1. Tujuan Khusus

  1. Untuk melihat perbedaan tingkat pengetahuan terhadap Kesehatan reproduksi antara siswa SMAN 1 Makassar dengan siswa SMAN 6 Makassar.

  2. Untuk melihat perbedaan sikap terhadap kesehatan reproduksi antara siswa SMAN 1 Makassar dengan siswa SMAN 6 Makassar.

  1. Manfaat Penelitian

    1. Manfaat Praktis

    2. Manfaat Keilmuan



Kepustakaan

  1. Kajian Kespro Remaja

  2. Masalah Kesehatan Reproduksi

  3. Kajian tentang Pengetahuan

  4. Kajian tentang Sikap

  5. Kajian tentang Siswa/Remaja


Metode Penelitian

  1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan metode survei, dengan rancangan cross sectional study

  1. Populasi dan Sampel

  1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 1 Makassar dan SMAN 6 Makassar

  1. Sampel

Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan pengetahuan proportional Stratified Random Sampling dengan penentuan besar sampel menggunakan rumus statistik besar sampel sehingga diperoleh besar sampel sebanyak 338 siswa-siswi.

  1. Pengumpulan Data

Melaksanakan wawancara langsung dengan bantuan pertanyaan terstruktur dan penelusuran literatur yang berhubungan dengan penelitian.

  1. Pengolahan Data

Menggunakan langkah-langkah yang sistematis sesuai dengan kebutuhan statistik data.

  1. Analisa Data

Meninjau nilai chi square test (X2) hitung yang kemudian dibandingkan dengan nilai X2 tabel.

  1. Penyajian Data

Dalam bentuk tabel distribusi frekuensi gambaran masing-masing karakteristik dan variabel penelitian dan tabel silang 2 x 2 untuk menjawab tujuan penelitian.


Hasil Penelitian dan Pembahasan

Mayoritas responden memperoleh informasi tentang kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS dari guru mereka yakni sebanyak 24.56%. Dari jumlah total tersebut, responden yang berasal dari SMAN 1 Makassar adalah yang lebih banyak yakni 56 orang atau sebesar 16.57%, sementara responden dari SMAN 6 Makassar hanya sebesar 7.99%.

Secara kuantitatif, pengetahuan siswa SMAN 1 Makassar tentang kesehatan reproduksi lebih banyak dibandingkan dengan SMAN 6 Makassar. Nilai X2 hitung (5,639) < X2 tabel dengan nilai probaliblitas (0.018) <>o dan menolak Ha.

Secara kuantitatif, pengetahuan siswa SMAN 1 Makassar tentang kesehatan reproduksi lebih banyak dibandingkan dengan SMAN 6 Makassar. Nilai X2 hitung (5,639) < X2 tabel dengan nilai probaliblitas (0.018) <>o dan menolak Ha.

Secara kuantitatif, siswa SMAN 1 Makassar lebih banyak bersikap positif terhadap kesehatan reproduksi dibandingkan dengan siswa SMAN 6 Makassar. Nilai X2 hitung (5,275) < X2 tabel dengan nilai probaliblitas (0.022) <>o dan menolak Ha.


Kesimpulan

    1. Tidak ada perbedaan pengetahuan di antara siswa SMAN 1 Makassar dengan SMAN 6 Makassar,

    2. Tidak ada perbedaan sikap di antara siswa SMAN 1 Makassar dengan SMAN 6 Makassar


Daftar Pustaka

Abdullah, Tahir. Bahan Kuliah Metode Kontrasepsi. Makassar : FKM UNHAS, 2001.


Budiarto, Eko. Metodologi Penelitian Kedokteran. Jakarta : EGC, 2003.


Mappiare, Andi. Psikologi Remaja. Surabaya : usaha Nasional, 1982.


Manuaba, Ida Bagus Gde. Memahami Kesehatan reproduksi Wanita. Jakarta: Arcan, 1999.


Notoatmodjo, S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta, 2002.


Saparie, Gunoto. Kesehatan reproduksi Remaja Terabaikan. http://www.suarakarya-online.com,8-7-2005.


Sarwono, W, Sarlito. Psikologi Remaja. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2002.


Sugiono. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alfabeta, 2001.



Tidak ada komentar: